Search This Blog

Showing posts with label makalah. Show all posts
Showing posts with label makalah. Show all posts

Wednesday, 22 March 2017

MAKALAH HEDONISME KALANGAN MAHASISWA

PENYAKIT HEDONISME DI KALANGAN MAHASISWA

Disusun untuk menyelesaikan ulangan akhir semester mata kuliah                                                          Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Bakdal Ginanjar, S. S., M. Hum.

MAKALAH



Oleh:
Anggita Adelina         (I0616007)

PROGRAM STUDI PERENCANAAN WILAYAH DAN KOTA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2016
PENYAKIT HEDONISME DI KALANGAN MAHASISWA
Anggita Adelina

Latar Belakang Masalah
Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang mulai terbawa arus globalisasi. Apalagi sebagian besar masyarakat Indonesia mudah terpengaruhi oleh budaya budaya dari luar baik itu yang merugikan maupun yang menguntungkan. Berkembangnya teknologi yang semakin canggih dan modernpun menjadi faktor utama dari masuknya budaya-budaya luar, khususnya budaya barat yang terkenal dengan kebebasan yang melampaui batas. Apabila budaya luar yang merugikan dibiarkan masuk begitu saja, maka semakin lama semakin pula moral bangsa Indonesia tercampuri oleh budaya luar yang merugikan.
Mahasiswa adalah salah satu target yang mudah dipengaruhi budaya budaya luar. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa memiliki rasa ingin tahu yang tinggi akan hal-hal baru yang masuk ke Indonesia. Mahasiswa memiliki daya pikat tersendiri terhadap hal baru tersebut. Sehingga sering kali mahasiswa menerima dengan mudah budaya-budaya barat yang merugikan. Salah satu budaya barat yang merugikan dan sudah banyak yang melekat pada diri mahasiswa adalah hedonisme. Hedonisme adalah sikap yang mementingkan dan mencari kesenangan duniawi semata meskipun dengan berbagai cara. Hedonisme ini merupakan infiltrasi dari budaya liberal yang berhasil masuk dengan mudahnya ke budaya Indonesia. Budaya ini dapat berupa gaya hidup mewah yang berlebihan, konsumtif, mengikuti gaya-gaya trending yang sedang terjadi, bahkan pergaulan bebas yang orientasinya hanya untuk mencari kesenangan semata. Mahasiswa yang sudah terkena penyakit hedonisme ini, sebagian besar akan menjadi mahasiswa yang apatis, konsumtif, bermalas-malasan, dan menghalalkan segala cara untuk kesenangan. Jika masalah ini dibiarkan terus menerus, maka hal tersebut akan merusak nilai-nilai luhur budaya Indonesia, dan akan menyebabkan kesenjangan sosial yaitu yang kaya makin kaya dan yang miskin makin miskin. Padahal mahasiswa adalah generasi penerus bangsa yang seharusnya menjaga dan melestarikan nilai –nilai moral bangsa Indonesia.
Menurut penelitian yang dilakukan siti Fatimah (2013) dalam rangka memenuhi tugas skripsi, dari mahasiswa yang berada di Surakarta ditunjukkan  0,71% kecenderungan gaya hidup hedonis yang sangat rendah, 16,43% kecenderungan gaya hidup hedonis yang rendah, 65% kecenderungan gaya hidup hedonis yang sedang, 17,15% kecenderungan gaya hidup hedonis yang tinggi, dan 0,71 % kecenderungan gaya hidup hedonis yang sangat tinggi. Hal tersebut membuktikan bahawa tingkat hedonisme sebagian besar mahasiswa sudah masuk pada tingkat hedonisme sedang. Sehingga sikap hedonisme yang telah melekat pada mahasiswa perlu dicegah dan dikurangi dengan menanamkan beberapa kiat dalam diri masing-masing mahasiswa.

Rumusan Masalah
1.      Bagaimana penyakit hedonisme di kalangan mahasiswa ?
2.      Apa saja penyebab hedonisme di kalangan mahasiswa ?
3.      Bagaimana cara mengurangi penyakit hedonisme di kalangan mahasiswa ?

Tujuan
1.      Mengetahui apa yang sedang terjadi di kalangan mahasiswa terkait sikap hedonisme.
2.      Mengetahui penyebab dari hedonisme di kalangan mahasiswa.
3.      Menjelaskan bagaimana cara mengurangi penyakit hedonisme di kalangan mahasiswa.

Pembahasan
Hedonisme di Kalangan Mahasiswa
Hedonisme adalah suatu gaya hidup yang mengutamakan dan berorientasi untuk mencari kesenangan semata, tanpa melihat keaadaan sekitarnya. Pada awal istilah ini diciptakan oleh salah seorang filsafat yunani, hedonisme memiliki arti mencari kesenangan dan menghindari kesengsaraan dengan batas yang masih  normal. Tetapi semakin lama berkembangnya zaman, makna hedonisme berubah menjadi mencari kesenangan sebanyak-banyaknya, makna ini telah dipelopori oleh salah seorang imperalis dari Eropa. Gaya hidup hedonisme ini tidak sesuai dengan tujuan bangsa Indonesia pada pembukaan UUD 1945. Tujuan yang terkandung sangat bertolak belakang dengan gaya hidpo hedonisme, yaitu bangsa yang mempunyai spiritual, peduli pada sesama, dan tidak mengutamakan diri-sendiri.
Hedonisme sebagai gaya hidup yang bermewah-mewahan sudah melekat pada sebagian besar mahasiswa. Mayoritas mahasiswa berlomba-lomba dan bermimpi untuk bisa hidup mewah. Mereka berfoya-foya, berkumpul di kafe, mal dan plaza  untuk melengkapi agenda hidup mereka. Hedonisme semakin menjamur di kalangan mahasiswa. Mayoritas mahasiswa melakukan hal-hal yang orientasinya kesenangan semata, seperti membeli pakaian dengan model terbaru, alat elektronik dengan merek terbaru, membeli makana di kafe-kafe yang mahal, melakukan suatu hal buruk untuk kesenangan semata, seperti alkoholisme, merokok, bahkan pergaulan bebas. Padahal hal-hal seperti itu sejatinya telah dilarang oleh agama, tetapi teknologi dan perkembangan zaman telah mengalahkan batasan moral-moral agama.
Sebagai agen perubahan, mahasiswa harusnya berpikir kritis dan dapat membedakan yang baik dan yang benar. Mahasiswa yang sudah terkena penyakit hedonisme ini, akan menjadi generasi emas penerus bangsa yang gagal. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa yang hedonis akan cenderung apatis, egois, dan tidak peduli pada lingkungan sekitarnya. Sehingga generasi muda yang seperti itu pastinya tidak akan peduli dengan keadaan bangsa. Hedonisme ini biasanya dilakukan oleh mahasiswa yang kaya tau berkecukupan harta, karena biasanya mahasiswa tersebut sering diperlakukan manja oleh orang tuanya. Tetapi tidak menutup kemungkinan dengan adanya interaksi pertemanan, terkadang mahasiswa yang kondisi ekonominya standart dapat tertular penyakit hedonisme tersebut. Keadaan seperti ini akan menyebabkan kesenjangan sosial dalam masyarakat bangsa Indonesia, yaitu yang kaya akan semakin kaya dan yang miskin akan semakin miskin di masa depan nanti.

Penyebab Hedonisme di Kalangan Mahasiswa
Penyebab hedonisme di kalangan mahasiswa dapat dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang telah menjadi sifat dasar manusia untuk mendapatkan sesuatu yang sebanyak-banyaknya dengan kerja yang seringan-ringannya, selain itu manusia juga terkenal dengan makluk yang rakus akan segalanya. Jika sifat dasar manusia yang seperti ini tidak dapat dikendalikan, maka manusia dapat menjadi makhluk yang serakah dan materialistik, kemudian akan menyebabkan individu tersebut terkena penyakit hedonisme. Begitu pula pada mahasiswa yang sejatinya belum bisa mengontrol emosi mereka, menyebabkan mahasiswa juga tidak dapat pula mengendalikan sifat dasar manusia yang ingin mencari kesenangan sebanyak-banyaknya. Sikap lain yang mempengaruhi gaya hidup hedonisme yang berasal dalam diri mahasiswa itu sendiri adalah apatis, perfeksionis, gaya hidup bebas, dan sifat hidup bermewah-mewahan.
Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah faktor yang berasal dari luar individu yang memicu emosi mereka menjadi individu yang hedonisme. Faktor tersebut dapat terdiri dari beberapa unsur yang diantaranya :
1.      Faktor orang tua dan kerabat
Orang tua dan kerabat adalah penyebab utama mahasiswa menjadi hedonisme. Orang tua dan kerabat biasanya lupa membekali seorang anak dengan segudang moral dan nilai-nilai sprititual. Bahkan banyak orang tua ysng membiarkan anaknya berbuat apa saja asalkan anaknya senang. Orang tua dan kerabat yang memiliki kondisi ekonomi yang baik, banyak dari mereka yang memanjakan seorang anak. Faktor inilah yang menjadikan mahasiswa memiliki sifat hedonisme.
2.      Faktor bacaan
Faktor bacaan ini dapat mencuci otak mahasiswa untuk menjadi orang dengan gaya hidup yang hedonisme. Bacaan ini biasanya berupa majalah maupun tabloid yang sebagian besar berisi tentang trend atau  gaya hidup terbaru, model pakaian terbaru. Sehingga sering kali mahasiswa mempunyai keinginan untuk konsumtif membeli barang-barang terbaru dan meniru gaya  artis-artis terbaru yang akan menimbulkan gaya hidup yang hedonisme.
3.      Faktor tayangan televisi
Tayangan televisi yang membahas tentang liputan selebriti, iklan, dan sonetron, dapat menjadikan mahasiswa untuk mengejar gaya hidup hedonisme. Hal tersebut terjadi karena pada zaman sekarang, tayangan televisi banyak yang mengupas tema-tema tentang pacaran, hamil diluar nikah, konsumtif, gaya hidup artis yang berlebihan, dan lain-lain.

Cara Mengurangi Penyakit Hedonisme di Kalangan Mahasiswa
Mahasiswa yang sejatinya adalah generasi penerus bangsa harusnya mencerminkan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khas bangsa, bukan malah menghancurkan nilai luhur dengan gaya hidup hedonisme yang merugikan orang lain tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan kiat-kiat dari dalam diri sendiri mahasiswa, untuk dapat mengurangi penyakit hedonisme di kalangan mahasiswa. Berikut adalah kiat-kiat yang perlu dilakukan :
1.      Menanamkan gaya hidup sederhana dalam sehari-hari
2.      Dalam memilih barang, mahasiswa perlu membuat skala prioritas dalam berbelanja
3.      Adanya kedewasaan berpikir dalam diri mahasiswa, seperti berpikir dengan kepala terbuka dan kritis


Simpulan
Mahasiswa adalah salah satu target yang mudah dipengaruhi budaya budaya luar. Salah satu budaya barat yang merugikan dan sudah banyak yang melekat pada diri mahasiswa adalah hedonisme. Hedonisme adalah sikap yang mementingkan dan mencari kesenangan duniawi semata meskipun dengan berbagai cara. Hedonisme ini merupakan infiltrasi dari budaya liberal yang berhasil masuk dengan mudahnya ke budaya Indonesia. Mayoritas mahasiswa berlomba-lomba dan bermimpi untuk bisa hidup mewah. Mereka berfoya-foya, berkumpul di kafe, mal, dan plaza  untuk melengkapi agenda hidup mereka. Sebagai agen perubahan, mahasiswa harusnya berpikir kritis dan dapat membedakan yang baik dan yang benar. Mahasiswa yang sudah terkena penyakit hedonisme ini, akan menjadi generasi emas penerus bangsa yang gagal. Penyebab hedonisme di kalangan mahasiswa dapat dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal adalah faktor yang telah menjadi sifat dasar manusia untuk mendapatkan sesuatu yang sebanyak-banyaknya dengan kerja yang seringan-ringannya, selain itu manusia juga terkenal dengan makluk yang rakus akan segalanya. Faktor eksternal yang mempengaruhi adalah faktor yang berasal dari luar individu yang memicu emosi mereka menjadi individu yang hedonisme, Perlu dilakukan kiat-kiat dari dalam diri sendiri mahasiswa, untuk dapat mengurangi penyakit mahasiswa.

Daftar Pustaka
Fatimah, Siti. .Hubungan Antara Kontrol Diri dengan Kecenderungan Gaya Hidup Hedonis pada Mahasiswa”. http://eprints.ums.ac.id/25376/12/02._NASKAH_PUBLIKASI/pdf. Diunduh 16 Desember 2016,10.01.
Hussin, Huzili. “Menangani Penetrasi Budaya Hedonisme di Kalangan Mahasiswa: Satu Penyelesaian Menurut Perspektif Islam dan Konseling“. http://eprints.utm.my/479/1/HuziliHussin2006_Menanganipenetrasibudayahedonismedi/pdf. Diunduh 16 Desember 2016, 10.01.
Usman, Marjohan. “Gaya Hidup Hedonisme di Kalangan Pelajar”. www.idepenulis.com. Diunduh 18 Desember 2016, 23.20.
Anwari, Parhan Ipan. “Hedonisme Dalam Dunia Pendidikan dan Cara Mengatasinya”. www.mediapustaka.com. Diunduh 18 Desember 2016, 23.33.

Sunday, 20 November 2016

Makalah Industri Kecil (Krupuk Ronyok)

KATA PENGANTAR
Assalamu’alaikum wr.wb

            Puji syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat rahmat, hidayah, serta karunianya kami dapat menyelesaikan Makalah ini tentang INDUSTRI RUMAH TANGGA KRUPUK RONYOK. Kedua kalinya Sholawat serta salam semoga tetap terlimpah curahkan kepada junjungan habiibbana wanabiyyana Muhammad saw, yang insya Allah akan diberikan syafa’at kapada kita semua di Yaumil qiyamah nanti. Amiin…………..
Makalah ini kami disusun guna memenuhi salah satu tugas mata pelajaran sejarah Dengan segenap kerendahan hati tidak lupa kami ucapkan terima kasih banyak kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyelesaian makalah ini, terutama kepada para pekerja usaha krupuk ronyok, beserta ibu guru pembimbing yaitu Ibu Evi.
Kami menyadari dengan segenap hati bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, maka dari itu, saya mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun guna kesempurnaan makalah kami yang akan datang.
Demikian atas perhatianya kami ucapkan terima kasih, semoga makalah ini dapat bermanfa’at bagi kita semua Amiin………

Wassalamu’alaikum wr.wb




Kudus, 14 September 2015

                              
                              Penyusun



DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL .................................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................................. ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................. iii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................ 1
A.    Latar Belakang Masalah.......................................................................................... 1
B.     Rumusan Masalah.................................................................................................... 1
C.     Tujuan  .................................................................................................................... 1
BAB II KAJIAN PUSTAKA ....................................................................................... 3
BAB IV PEMBAHASAN ............................................................................................ 5
BAB V PENUTUPAN................................................................................................ 9
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN



BAB I
PENDAHULUAN
     A.   Latar Belakang
Di Kota Kudus ini, banyak sekali perindustrian yang dapat mengangkat kesejahteraan di Kota Kudus ini. Industri-Industri yang berada di Kota Kudus ini beragam macamnya, mulai dari industri besar sampai industri rumah tangga, semua ada di Kota Kudus. Apalagi Kota Kudus dari zaman dulu smapai zaman sekarang terkenal mempunyai industri besar yaitu sering disebut dengan Kota Kretek karena industri rokoknya. Jadi Kota Kudus sudah sejak lama disebut kota industri.
Krupuk merupakan salah satu makanan ringan yang disukai sebagian besar orang. Selain itu krupuk memiliki harga yang terjangkau, dibandingkan dengan produk industri lain.  Krupuk juga banyak diproduksi oleh masyarakat Kudus, mulai dari diproduksi industri sedang sampai industri rumah tangga. Hampir sebagaian besar, setiap desa di Kudus dapat ditemukannya industri krupuk. Krupuk ronyok merupakan salah satu jenis krupuk yang sering diproduksi oleh masyarakat. Oleh karena itu pada kesempatan kali ini, kami menyususn makalah tentang industri rumah tangga krupuk ronyok.
     B.   Rumusan Masalah
1.      Bagaimana macam atau klasifikasi industri di Indonesia ?
2.      Bagaimana tentang industri kerupuk ?
3.      Bagaimana sejarah kerupuk ?
4.      Bagaimana cara pembuatan dan hal hal yang berkaitan dengan produksi pada industri krupuk ?
     C.   Tujuan
1.      Mengatahui klasifikasi industri di Indonesia.
2.      Mengetahui tentang industri kerupuk.
3.      Mengetahui sejarah kerupuk.
4.      Mengetahui cara dan proses pembuatan krupuk.



BAB II
KAJIAN PUSTAKA
     A.  Industri
Di Indonesia dari tahun ke tahun kelihatan maju,pertumbuhan industri terus dapat kita lihat. Oleh karena itu pemerintah untuk memantapkan pertumbuhan industri terus dapat dilihat. Industri secara adalah semua kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia untuk mengolah bahan mentah yang ada menjadi bahan setengah jadi tersebut menjadi barang yang sudah benar-benar jadi sehingga memilik berbagai kegunaan yang lebih bagi kepantingan manusia.
    B.   Kerupuk
Kerupuk adalah makanan ringan yang pada umumnya dibuat dari adonan tepung tapioka dicampur bahan perasa seperti udang atau ikan dan sebagainya.




BAB III
PEMBAHASAN
    A.   Klasifikasi Industri di Indonesia
·         Menurut Sk menteri perindustrian No.19/M/SK/1/1986
1.      Industri kimia dasar
Contoh : kertas, minyak, petrokimia, ban, kaca, pupuk, semen, dll.
2.      Industri mesin dan logam dasar
Contoh : Industri pesawat, lokomotif, otomotif, traktor, baja, dll.
3.      Aneka industri
Contoh : Industri penggalangan ikan, buah, susu, biskuit, minyak goreng, dll.
4.      Industri kecil
Contoh : tempe, tahu, gula merah, tauco, manisan, dll.
·         Klasifikasi industri menurut Biro Pusat Statistik
1.      Industri besar > 100 tenaga kerja.
2.      Industri sedang 20-99 tenaga kerja.
3.      Industri kecil 5-19 tenaga kerja.
4.      Industri rumah tangga 1-4 tenaga kerja.

·         Klasifikasi menurut terdapatnya bahan baku
1.      Industri ekstraktif
Industri yang bahan bakunya langsung dari alam.
Contoh : Industri gula, penyamakan udit, pertambangan, semen, pulp, dll.
2.      Industri nonekstraktif
Industri yang bahan bakunya dari hasil industri lain.
Contoh : Industri elektronik, otomotif, garmen, sepatu, dll.
3.      Industri fasilitatis
Industri yang menjual jasa kepada orang lain.
Contoh : Industri perhotelan, perbankan, asuransi, rumah sakit, dll.
·         Klasifikasi industri menurut produktivitas perorangan dalam industri
1.      Industri primer
Industri yang menghasilkan barang tanpa memerlukan pengolahan secara khusus.
Contoh : Industri krajinan, penggilingan, padi, asinan/manisan buah, tempe, tauco.
2.      Industri Sekunder
Industri yang menghasilkan barang yang memerlukan pengolahan secara khusus sehingga bahan bakunya tidak lagi tampak.
Contoh : Industri elektronik, otomotif, traktor, pesawat, kapal laut.
3.      Industri tersier
Industri yang menghasilkan jasa.
Contoh : Industri perhotelan, perbankan, asuransi, rumah sakit.
·         Klasifikasi industri menurut besarnya model dan pemakaian tenaga kerja .
1.      Industri padat modal : Industri yang memerlukan modal besar dalam pengembangan.
Contoh : Migas, telekomunikasi, pesawat, elektronik otomotik .

     B.   Industri Kerupuk
       Industri adalah salah satu produk negara yang digunakan untuk kesejahteraan negara. Industri di negara indonesia ini terdapat beragam macam industri, mulai dari industri besar sampai industri rumah tangga. Seperti halnya di kota kudus ini, yang memiliki pula berbagai macam industri. Sebagai contohnya, industri rokok yang sudah terkenal dari zaman dahulu. Selain itu, banyak sekali industri lainnya yang berada di kota kudus ini mulai dari industri besar sampai industri rumah tangga.
            Krupuk merupakan salah satu hasih produksi yang umumnya di produksi pada industri kecil maupun industri rumah tangga. Hal tersebut di karenakan cara pembuatan krupuk yang mudah dan terjangkau. Selain itu krupuk juga merupakan makanan ringan yang selalu ada di meja makan. Sehingga krupuk dapat menjadi peluang usaha yang menjanjikan oleh para pengusaha.

     C.   Sejarah Kerupuk
             Kerupuk adalah makanan lauk yang bersifat tradisional yang asalnya tidak diketahui secara pasti. Tetapi menurut sejarah, konon menurut cerita masyarakat yang beredar adalah kisah nyata tentang keluarga miskin yang memiliki banyak anak. Sehingga untuk bertahan hidup mereka rela makan nasi dengan lauk sawut. Sawut sendiri adalah makanan yang diolah dari parutan ketela pohon. Parutan yang sudah dicampurkan air akan diperas dan diambi sarinya, kemudian diendapkan beberapa waktu tertentu. Endapan yang sudah jadi, kemudian dijemur hingga kering dan jadilah tepung tapioka. Penemuan tepung itulah yang diolah menjadi krupuk.

    D.   Cara Pembuatan dan Hal-Hal yang Berkaitan dengan Produksi Industri Kerupuk Ronyok

  1.      Bahan Pembuatan Kerupuk Ronyok.
·         Pati ketela : 10 kg
·         Bawang putih : 1 kg
·         Terasi 5 sdt
·         Garam 5 sdm
·         Penyedap rasa 5 sdt
·         Pewarna makanan secukupnya
2.      Bahan Penggorengan
·         Minyak goreng
3.      Peralatan yang digunakan
·         Penggorengan : untuk menggoreng dan untuk merebus
·         Langsengan : untuk menggoeng dan untuk merebus
·         Kawah : untuk merebus
·         Ebleh : tempat untuk menjemur krupuk
·         Sarangan : untuk menyirak/membentuk
·         Piringan
·         Baskom : untuk menempatkan adonan adonan krupuk
4.      Cara Pembuatan Krupuk Ronyok
1.      Haluskan bumbu-bumbu yang berupa bawang putih, terasi, garam dan penyedap rasa sampai benar benar halus.
2.      Kemudian masukkan pati ketela dalam panci perebusan bersama bumbu bumbu yang telah dihaluskan tadi, dan tambahkan juga pewarna makanan.
3.      Aduk sampai rata dalam api sedang sampai membentuk adonan seperti jenang.
4.      Biarkan adonan tersebut dingin, dan uleni sampai halus dan merata.
5.      Kemudian dicetak pada mesin pencetak krupuk manual.
6.      Kemudian kukus adonan yang sudah dicetak tadi sekitar 1 jam dalam api yang besar.
7.      Dinginkan, dan letakkan pada tempat yang digunakan untuk mengeringkan.
8.      Keringkan menggunakan sinar matahari atau oven sampai kerupuk menjadi keras dan garing.
9.      Goreng dalam minyak yang panas sampai krupuk tersebut mekar.

5.      Pemasaran Produksi Krupuk Ronyok
Sekitar rumah dan pasar, dan kemudian dipasarkan lagi oleh distributor pasar ke pedagang pedagang lain.
6.      Modal Dasar dalam Pembuatan Krupuk Ronyok
Rp.150.000.
7.      Penghasilan yang Diperoleh
Perhari kurang lebih RP.300.000 (penghasilan kotor)
8.      Nama-nama orang yang bekerja di Industri krupuk ronyok tersebut :
1.      Bapak Zaenal Arifin
2.      Bapak Zulianto
3.      Bapak Marno
4.      Ibu Parmi
5.      Bapak Marlan

9.      Lokasi Industri krupuk Ronyok
Dukuh Madu Rt 2 Rw 2 Cendono Dawe Kudus






BAB IV
PENUTUP
Kesimpulan
1. Klasifikasi industri yang berada di Indonesia dapat dibedakan menjadi klasifikasi menurut
2)      Kerupuk adalah suatu makanan tradisional sejak dari zaman Nenek Moyang kita sampai Sekarang, yang selalu masih eksis dari keberadaannya.
3)      Kerupuk adalah suatu makanan Untuk tambahan lauk pauk yang mempunyai Cita rasa tersendiri.
4)      Letak keberadaan Home industri Kerupuk ber merk Wahyu tidak menimbulkan limbah yang berarti [ sangat ] serius
5)      Home industri tersebut bisa menyerap tenaga kerja di lingkungannya.
6)      Pembuatannya tidak begitu merumitkan
7)      Penyelesaian dalam satu paket bisa diselesaikan dua hari
8)      Kerupuk bisa dihasilkan dua ragam  a. kecil Rp 60,- b.Rp 120,-tidak memakai pewarna
9)      Pemasarannya sudah sampai di luar kota
10)  Sistem pemasaran ada dua yaitu: Diantar ke pemesan dan diambil para penjual [ bakul ]